🌠Pendeta Yang Punya Karunia Penglihatan
Kalaumanusia punya kebebasan itu adalah karunia yang luar biasa, sama dengan kalau manusia punya mata untuk melihat, punya tangan untuk memegang, punya kaki untuk berjalan itu juga karunia yang sangat baik. Kalau kemudian karena kebebasan dan kelengkapan tubuhnya manusia memakainya untuk berbuat dosa, yang salah bukan yang menciptakan manusia
SK: Ada yang juga punya pengalaman supranatural, merasa mendapat mimpi atau penglihatan yang mengarahkan dia untuk menjadi pendeta. Ada juga yang ingin menjadi pendeta merasa karena tanpa disadari semacam terintimidasi oleh orang tuanya, yaitu karena orang tuanya pendeta. Kita adalah keturunannya secara biologis maka perlu meneruskan
3 Penimbul rasa haus. Kehadiran orang Kristen seharusnya menimbulkan rasa haus terhadap kuasa Tuhan di antara masyarakat. 4. Garam adalah kecil tetapi punya pengaruh yang besar. Orang Kristen harus punya pengaruh / dampak yang positif terhadap dunia ini melalui menghidupi norma-norma kehidupan dalam kerajaan Allah.
Kluaran14:15-31 Saya terkagum akan kebesaran TUHAN yang sungguh-sungguh luar biasa, mari kita membayangkan betapa luar biasanya Allah kita sodara-sodara seiman, pasti pernah menyaksikan atau melihat filem yang dibuat manusia,disitu bangsa Israel melihat kebelaka ng dan melihat banyak sekali tentara firaon mengejar, dan bangsa irael terpojok,sekarang pertanyaan nya maulari kemanakah bangsa
Halini sangat mengherankan dan bahkan juga membuat Pendeta yang memimpin kebingungan, tapi tampaknya Pendeta tersebut juga tidak bisa mengendalikan keadaan yang terjadi. ada banyak sekali orang yang menerima karunia roh seperti mimpi, penglihatan, wahyu roh kudus. istri pendeta saat itu hanya punya sedikit tepung singkong dan sedikit
1 Pengalaman Paulus disebut penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan / wahyu-wahyu. 2 Korintus 12: 1: "Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.". Jamieson, Fausset & Brown: Visions refer to things
PastorBenny Hinn menjelaskan sesuatu kepada semua orang Kristen yang MELAYANI harus memperhatikannya. Benny Hinn berkata dalam semua pelayanannya, dia punya dua tugas pelayanan, yang pertama: melayani orang orang dengan karunia yang Tuhan berikan kepadanya seperti berkotbah dan mengadakan mujizat. Kedua : melayani Tuhan secara pribadi.
PendetaMarco Magey M.Th dari GMIM Tasik Genesaret Sindulang memberikan tanggapan atas pengakuan yang disampaikan Gloria. Marco menyatakan bahwa ada empat yang perlu diketahui berkenaan dengan karunia nubuatan/penglihatan. Pertama, karunia itu datangnya dari Tuhan, bukan dari manusia. Lalu kedua, karunia dari Tuhan itu ada.
Yaituuntuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizar-mujizat dan kuasa Roh (Rom 15:18-19). "Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah" (Kis 4:33)
. Karunia Penglihatan Bagian I Karunia penglihatan ini, tidak termasuk dalam pembagian 9 Karunia Roh Kudus dalam 1 Kor. 128-11. Tetapi dalam 1 Kor. 1426 didalam pesekutuan dan kebaktian maka muncul karunia penglihatan yang diajarkan dengan Karunia Nubuatan Karunia Lidah Karunia pengetahuan mengartikan makna lidah Dinyatakan kehadiran Tuhan, dan dengan karunia-karunia ini akan meneguhkan iman sidang jemaat karunia penglihatan ini terdiri dari Penglihatan dalam bentuk Khayal Penglihatan dalam bentuk Wahyu Penglihatan dalam bentuk penglihatan Penglihatan dalam bentuk Mimpi Penerimaan keempat macam penglihatan ini berbeda-beda dan mempunyai cara tersendiri. Adapun penglihatan melalui khayal dan wahyu hampir sama tetapi keempat-empatnya ini mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Adapun khayal dan wahyu, meskipun ada hubungan dengan penglihatan dan mimpi, akan tetapi khayal dan wahyu terutama untuk perkara-perkara yang akan datang dan memakan waktu yang lama, sampai pada akhir zaman dan dunia baru. Sedangkan penglihatan dan mimpi terutama untuk menyatakan perkara-perkara yang akan segera terjadi, seringkali menyatakan perkara-perkara yang sudah terjadi untuk peringatan. Penglihatan seringkali tidak diterangkan maksudnya, bahkan juga mimpi tetapi khayal dan wahyu, biasanya diungkapkan perkara yang sudah terjadi, sedang terjadi, bahkan yang akan datang seperti Khayal Daniel dalam Kitab Daniel Wahyu Daniel dalam Kitab Daniel Biasanya wahyu dan khayal, disuruh untuk menyuratkannya, dan disusun dalam satu buku, umpamanya Kitab Daniel masa berlakunya sampai kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua, dan kitab wahyu sampai Dunia Baru, dan kedua buku berkaitan satu dengan yang lain. Khayal banyak dikenal dalam Perjanjian Lama dan Wahyu dalam Perjanjian Baru, tetapi khayal juga ada dalam Perjanjian Baru, dan wahyu juga ada dalam Perjanjian Lama. 1. PENGLIHATAN DALAM BENTUK KHAYAL Penglihatan dalam bentuk khayal, biasanya diperoleh sementara berdoa, puasa atau karena hubungannya dengan Tuhan itu baik sekali. Yang disebut penglihatan dalam bentuk khayal, yaitu dalam keadaan alam sadar, kemudian terlalai waktu melihat khayal, seperti orang akan tidur. Contoh-contoh tentang penerimaan khayal Khayal Nabi Daniel Nabi Daniel kebanyakan didapatnya dalam pergumulan dos dan puasa, perhatikan Daniel 7 – 10. Nabi Daniel memperoleh karunia dari Tuhan, khayal dan wahyu dari Tuhan mengenai Kerajaan Babil sampai kerajaan selanjutnya, yang kemudian dihubungkan dengan akhir zaman. Khayal dan wahyu kepada Daniel mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Kitab Wahyu, terutama pada Materai yang ke 7 dari kitab Wahyu. Itu sebabnya untuk mengetahui rahasia kitab Wahyu, harus mempunyai rahasia kitab Daniel. Khayal yang Daniel nampak disuratkannya, karena khayal-khayal ini mempunyai waktu yang begitu lama, yang berlaku pada akhir zaman, itu sebabnya dalam Daniel 124 Tetapi akan dikau, hai Daniel! tutuplah olehmu segala perkataan ini dan meteraikanlah kitab ini sampai kepada masa kesudahan; maka pada masa itu banyak orang akan menyelidik dia, dan pengetahuannyapun akan dipertambahkan. Akibat Nabi Daniel terlalu banyak menerima khayal dari Tuhan keadaan tubuhnya menjadi lemah, dan mendatangkan penyakit padanya, perhatikan Daniel 1016-17 1016 Tetapi tiba-tiba rupa seorang manusia juga mencecah bibir mulutku, lalu kubukakan mulutku dan berkata-kata, serta kataku kepada orang yang berdiri di hadapanku Ya tuan! khayal ini mendatangkan penyakit kepada hamba, sehingga tiada hamba bergaya lagi! 1017 Maka bagaimana boleh hamba tuan ini berkata dengan tuan hamba? adapun hamba ini tiada bergaya lagi, dan hampir-hampir tiada lagi tinggal barang nafas pada hamba. Nabi Daniel waktu penerimaan khayal ini, Nabi Daniel tersungkur kemuka perhatikan Daniel 818 Maka sementara ia berkata kepadaku pingsanlah aku dan terjerumuslah aku dengan mukaku ke bumi, tetapi dijamahnya akan daku, didirikannya aku pula dengan kakiku. Nabi Daniel bukan saja menerima khayal akan tetapi juga wahyu juga, perhatikan Daniel 101 Hata, maka pada tahun yang ketiga, dari pada kerajaan Koresy, raja orang Farsi itu, datanglah suatu wahyu kepada Daniel, yang begelar Beltsazar, suatu wahyu yang amat benar akan hal perang besar-besar, maka mengertilah ia maknanya dan diketahuinya akan khayal itu. Kemudian kita memperhatikan khayal Nabi Habakuk, yakni dalam Habakuk 22-4 22 Pada masa itu sahutlah Tuhan kepadaku, firman-Nya Suratkanlah khayal ini dan ukirkanlah dia pada loh batu, supaya ia itu dapat dibaca oleh segala orang yang lalu. 23 Karena khayal itu lagi bagi suatu masa yang tertentu, tetapi menyengajakan juga kesudahannya dan tiada ia itu akan dusta; jikalau ia itu berlambatan, hendaklah kamu menantikan dia, karena ia itu sungguh akan datang dan tiada ia itu tertinggal. 24 Bahwasanya biarlah orang yang tiada betul hatinya tiada mengindahkan dia, tetapi orang benar itu akan hidup oleh percayanya. Dalam ayat ini, Nabi Habakuk harus menyuratkan khayalnya itu pada loh batu supaya dapat dibaca oleh segala orang yang lalu, supaya orang memperhatikan khayal itu, karena khayal adalah bagi suatu masa yang tertentu, tetapi mengajarkan juga datangnya kesudahannya, tiada dia akan dusta, dimana walaupun itu berlambatan, hendaklah dinanti, bahwa khayal ini pasti akan berlaku, sudah tentu orang yang tak betul hatinya tidak akan mengindahkan dia, ini harus diperhatikan, tetapi ini khusus untuk orang benar, karena orang yang benar akan hidup oleh percayanya. Jadi khayal dari Tuhan ini, bagaimanapun juga akan terjadi cepat atau lambat khayal ini pasti digenapkan juga, oleh karena itu orang yang percaya harus memperhatikannya. Tetapi orang yang tidak betul hatinya tidak akan mengindahkan akan khayal itu, dan apabila sudah terjadi, apalagi kalau menimpa hidupnya, karena khayal itu baginya juga, barulah dia menyesal tetapi sudah terlambat. Jadi khayal yang dari Tuhan itu, lambat atau cepat pasti datang juga, atau diwujudkan. Nabi Yaheskiel Nabi Yaheskiel juga banyak nampak khayal dari Tuhan, dalam pembukaan Kitab Yaheskiel, yakni dalam Yaheskiel 11 Sebermula, maka pada sekali peristiwa, yaitu pada tahun yang ketiga puluh, bulan yang keempat dan pada lima hari bulan itu, pada masa aku di antara segala orang yang sudah dipindahkan di tepi sungai Khaibar, tiba-tiba terbukalah langit, sehingga kelihatanlah kepadaku beberapa khayal dari pada Allah. Khayal dalam kitab Yaheskiel ini adalah masalah keadaan umat Israel yang sudah mundur dari Tuhan karena telah berpaling kepada berhala, sehingga dibawa tertawan ke negeri Babil, dimana mererka ditawan selama 70 tahun, menurut Nabi Yermia. Oleh karena itu khayal dan wahyu mempunyai hubungan yang erat sekali, dan mencakup sampai akhir zaman, sampai dunia baru. Oleh karena itu khayal juga dapat diungkapkan rahasianya, perhatikan Daniel 815-27, dimana diungkapkan rahasia dari binatang dalam Daniel 814. Cara penerimaan khayal dari Tuhan Waktu tidur bersamaan dengan mimpi perhatikan Daniel 7, khayal diterima dalam keadaan terlalai, dalam keadaan setengah sadar sedangkan mimpi dalam keadaan tidak sadar. Waktu sedang berdoa dan berpuasa, dalam persekutuan dengan Tuhan Seringkali sedang duduk sendirian, atau lebih dari satu orang, dimana Tuhan memperlihatkan khayal kepadanya. Biasanya waktu kebaktian sedang berjalan atau persekutuan doa, seringkali khayal itu diperlihatkan Tuhan sementara puji-pujian atau sementara khotbah sebab apabila sudah masuk dalam doa dan penyembahan bukan lagi khayal tetapi sudah penglihatan. Jadi apabila dalam kebaktian sesudah masuk dalam doa penyembahan, apabila kita melihat kemulian Tuhan, itu adalah penglihatan bukan penglihatan khayal. Sekali lagi bahwa khayal diterima dalam keadaan setengah sadar dan terlalai kemudian nampak khayal. Tetapi bukan mimpi sebab mimpi memang sudah dalam keadaan tidur nyenyak. Sehingga seringkali kalau melihat penglihatan dalam mimpi sering mudah lupa, seperti raja Firaun dan Nebukadnesar waktu menerima mimpi, setelah terbangun dari tidur mereka lupa akan mimpinya. Tetapi khayal tidak akan lupa, karena dalam keadaan sadar dan setengah sadar, contoh tentang khayal Rasul Petrus melihat penglihatan khayal perhatikan Kissah 109-17. Petrus melihat khayal dari Tuhan sesudah berdoa, sementara ia menunggu akan makan, maka terlalailah ia, dan melihat suatu penglihatan, perhatikan ayat 10 Maka laparlah ia dan ingin hendak makan; tetapi sementara orang bersiap, terlalailah ia; Seringkali kita melihat khayal waktu kebaktian sedang berjalan, terutama pada waktu sedang membawakan Firman Allah. Seringkali dalam doa dan puasa sesudah berdoa dan menyembah, dimana istirahat, maka kita nampak khayal dari Tuhan dan penerimaan khayal ini sama dengan penerimaan khayal dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama khayal terutama bagi mereka yang menerima tugas, sebagai hamba Allah, sebagai Nabi, Aziz Allah dan lain-lain yang memegang jawatan Tuhan, tetapi dalam Perjanjian Baru, terutama dalam zaman Gereja, adalah untuk umum, baik hamba-hamba Tuhan baik sidang jemaat. Khayal dalam Perjanjian Baru, seringkali diperlihatkan Tuhan kepada seseorang walaupun dia belum lahir baru dari air dan roh, Yahya 85, karena ada rencana Allah padanya. Perhatikan Kissah 101-8. Disini tidak diceritakan bahwa Kornelius sedang berdoa, oleh karena itu penglihatan ini adalah termasuk khayal, dan ada hubungan dengan khayal dari Rasul Petrus dalam Kissah 109-17. Khayal harus dimiliki oleh Gereja Tuhan Akhir Zaman ini, karena khayal ini erat hubungannya. Hal ini akan dibandingkan dengan karunia-karunia penglihatan seperti yang dimaksud dengan susunan penglihatan. Penerimaan khayal, pada Perjanjian Lama khusus untuk hamab-hamba Tuhan, sedangkan khayal dalam Perjanjian Baru seperti telah diterangkan Diterima oleh seseorang yang belum lahir baru dari air dan roh, karena ada maksud Tuhan dalam hidupnya, seperti Kornelius dalam Kissah 101-8. Diterima oleh seorang hamba Tuhan, untuk sesuatu maksud yang disampaikan Tuhan kepadanya, seperti Rasul Petrus dalam Kissah 10 9-17 Sudah lahir baru dari air dan roh. Penerimaannya walaupun tidak dengan memakai kata-kata asing karena sering nampak sesudah khotbah atau berdasarkan karunia penglihatan dalam bentuk wahyu. 2. KARUNIA PENGLIHATAN DALAM BENTUK WAHYU Sebelum masuk dalam penglihatan dalam bentuk wahyu, maka perlu dibedakan tentang arti wahyu Wahyu dalam bentuk karunia berdasarkan 1 Yahya 227, 1 Kor. 124, 8-11, Wahyu melalui ilham Roh Tuhan. Wahyu melalui penglihatan. Wahyu melalui karunia itu hampir sama dengan wahyu melalui penglihatan. Seorang hamba Tuhan yang memiliki karunia Roh, dia akan mengetahui rahasia Allah yang dalam-dalam dan dia sampai mengajar seperti Tuhan, perhatikan 1 Yahya 227, 1 Kor. 114, 8-11 dan 1 Kor. 210, Yahya 1426. Hanya kalau hamba tuhan tersebut, walaupun memiliki karunia ini, tetapi kurang pergumulan doa dan puasa, dan tidak hidup suci dan hidup dalam kesombongan karunia ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan rahasia Allah tidak terungkap, menurut kebutuhan, sehingga dapat saja mengalami kegagalan. Perhatikan salah satu contoh dalam Alkitab, tentang Tuhan Yesus dengan 3 Rasul, yang naik ke gunung kemuliaan berpuasa, dan 9 Rasul tinggal dibawah gunung. Dimana 9 Rasul tak dapat mengusir setan penyakit gila dari seorang budak, tetapi Tuhan Yesus dan ke tiga Rasul setelah mereka turun dari gunung kemuliaan selesai berdoa dan berpuasa, mengusir setan gila babi dari budak itu. Sehingga ke 9 Rasul bertanya kepada Tuhan Apa sebabnya kami membuangkan setan gila babi pada budak itu, tetapi setan yang merasuk budak itu, tidak keluar. Maka jawab Tuhan kepada ke 9 Rasul ini, sejenis ini hanya dapat keluar hanya oleh doa dan puasa saja. Matius 171-21. Karunia kesembuhan adalah termasuk pada “Karunia Rohulkudus” perhatikan 1 Korintus 124, 8-11. Demikian juga dengan karunia penglihatan apabila kurang pergumulan doa dan puasa dan tidak menjaga kesucian dalam kehidupan apalagi hidup kesombongan, maka karunia inipun tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Begitu juga karunia Kelompok A, apabila tidak dijaga dengan kehidpan doa dan puasa, tidak akan berjalan dengan benar walaupun kita dilantik oleh Tuhan. Karunia Kelompok A terdiri dari 1. Karunia Perkataan Lidah 2. Karunia Perkataan Marifat 3. Karunia membedakan segala roh Ketiga karunia ini adalah karunia wahyu perkataan sehingga rahasia Firman Allah terungkap. Dengan pemberitaan Firman Tuhan yang benar maka muncul karunia Kelompok B, yang terdiri dari 4. Karunia Kuasa Iman 5. Karunia Kuasa Kesembuhan 6. Karunia Kuasa Mujizat Sebagai karunia kuasa pergerakan Tubuh Penganten akan dinyatakan dengan pemberitaan firman Allah, perhatikan Ibrani 2 4. Pemberitaan firman Allah yang benar, kuasa Allahpun akan bekerja aktif dalam sidang jemaat. Demikian juga melalui karunia kelompok A ini, maka karunia kelompok C yakni karunia penyembahan sebagai pernapasan Tubuh Penganten yang terdiri dari 7. Karunia Nubuat 8. Karunia lidah 9. Karunia pengetahuan mengartikan makna lidah. Akan muncul dalam penyembahan setelah pemberitaan firman Allah, sebagai tanda kehadiran Tuhan, perhatikan 1 Kor. 1424-25. Jadi karunia kelompok B dan C berjalan sempurna, kalau karunia kelompok A berjalan dengan sempurna, karena semuanya bergantung pada pemberitaan Firman Allah, salah pemberitaan firman Allah, kelompok B dan C tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jadi hamba Tuhan yang paham akan rahasia 1 Kor. 12 4, 8-11, maka 1 Yahya 227 ini akan menyatakan kepadanya atau dibuktikan Tuhan kepadanya. WAHYU MELALUI PENGLIHATAN Bersambung …. Filed under Doa dan Penyembahan
JAKARTA – Ketika rombongan Quraisy tiba di Busra, daerah Syam, di sana terdapat seorang pendeta Nasrani yang amat dikagumi dan dijadikan rujukan oleh umatnya. Pendeta ini tak banyak bicara, bahkan nyaris tak berbicara apa-apa kepada rombongan Quraisy kecuali kepada satu kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam karya Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam dijelaskan, di saat Pendeta Buhaira tak melakukan atau berbicara apapun kepada rombongan Quraisy, ia justru berlaku sebaliknya usai tertegun melihat Nabi Muhammad kecil yang merengek minta ikut kakeknya Abdul Muthalib—berdasarkan penuturan ulama—berdasarkan penglihatan Buhaira nampak berbeda. Menurut Buhaira, ketika ia melihat Nabi Muhammad kecil yang berada di tengah-tengah rombongan Quraisy terdapat awan yang menanungi beliau. Sedangkan awan-awan itu tak menaungi yang Ishaq berkata “Mereka berhenti di bawah naungan pohon dekat Buhaira, Buhaira melihat awan ketika pohon menanungi Rasulullah SAW dan ranting-ranting pohon berjuntai kepada Nabi hingga bernaung di bawahnya. Ketika Buhaira melihat yang demikian, ia keluar dari rumah ibadahnya dan memerintahkan pembantunya untuk membuat makanan,”. “Sedangkan ia sendiri pergi ke tempat rombongan Quraisy. Ia berkata kepada mereka wahai orang-orang Quraisy, sungguh aku telah membuat makanan untuk kalian. Saya ingin kalian semua anak kecil, dewasa, hingga budak ikut hadir,”.“Seseorang bertanya kepada Buhaira demi Tuhan, wahai Buhaira, alangkah istimewanya apa yang engkau perbuat kepada kami ada hari ini padahal kami seringkali melewati tempatmu ini. Ada yang terjadi pada dirimu hari ini? Buhaira pun menjawab orang tersebut engkau benar, dulu aku memang seperti yang engkau katakan. Namun kalian semua adalah tamu dan aku ingin menjamu kalian. Aku telah membuat makanan untuk kalian dan kalian semua harus memakannya,”.Selanjutnya, Buhaira berkata kepada rombongan Quraisy usai berada di dalam rumahnya “Wahai rombongan Quraisy, jangan sampai ada di antara kalian yang tidak memakan makananku ini,”. Lalu kemudian dia melihat Rasulullah dan kemudian memeluknya dan mendudukannya bersama rombongan Quraisy Buhaira melihat Rasulullah SAW kecil, ia memperhatikan beliau dengan seksama dan memperhatikan sekujur tubuhnya. Dari hasil penglihatannya, ia menemukan sifat-sifat kenabian pada makan, para rombongan Quraisy pun bubar sedangkan Buhaira mendekati Rasulullah SAW lalu bertanya kepadanya “Wahai, anak muda, dengan menyebut nama Lata dan Uzza aku bertanya kepadamu dan engkau harus menjawab apa yang aku tanyakan kepadamu,”. Buhaira bertanya dengan nama Latta dan Uzza sebab ia mendengar informasi bahwa Muhammad kecil pernah melarang orang untuk bersumpah atas Latta dan pun menjawab “Jangan bertanya tentang sesuatu kepadaku dengan menyebut nama Latta dan Uzza. Demi Allah, tidak ada yang sangat aku benci melainkan keduanya,”. Lalu kemudian Buhaira mengganti sumpahnya dengan demi nama Allah, namun Rasulullah harus menjawab Rasulullah mengiyakan, Buhaira kemudian bertanya banyak hal pada beliau. Pertanyaan seputar tidur Nabi, postur tubuh Nabi, hingga hal-hal lainnya. Itu semua akhirnya dijawab oleh Nabi Muhammad SAW sesuai dengan sifat beliau yang ia ketahui. Kemudian Buhaira melihat punggung Nabi SAW dan ia melihat tanda kenabian ada di antara kedua pundak persis seperti sifat yang ia diketahui, Buhaira pun meramalkan bahwa suatu saat nanti anak laki-laki kecil yang ia temui dalam rombongan Quraisy ini akan menjadi seorang Nabi penutup zaman. Nabi penutup dari agama-agama samawi.
Les pendules mystérieuses assemblées par Cartier dans les années 20 et 30 sont pour les amateurs d’horlogerie l’objet de tous les fantasmes. Celle que Piasa propose à la vente le 19 mai est unique en son genre, SoBARNES vous explique l’horlogerie devient un art à part entière… En 1912, alors qu’il n’a que 28 ans, l’horloger Maurice Couët s’inspire des travaux du célèbre illusionniste Jean-Eugène Robert-Houdin et met au point les pendules mystérieuses » qui vont devenir l’un des emblèmes de Cartier. Il s’agit alors d’un véritable prodige horloger les aiguilles ne sont pas reliées au mouvement mais chacune fixée à un disque en cristal de roche dont le bord en métal dentelé actionne une crémaillère cachée dans l’encadrement. Elles donnent ainsi l’illusion de flotter par magie dans la pendule, de face comme de dos, le mouvement étant pour sa part caché dans le socle de pendule mystérieuse Art déco présentée à la vente par Piasa, poinçonnée par Maurice Couët, fait clairement référence à l’Empire State Building inauguré en 1931 à New York, dont ses aiguilles reprennent la silhouette. Autre particularité, son encadrement et son socle sont réalisés en onyx et rhodonite du grec rhodon rose pour sa couleur, la rhodonite n’est pas couramment utilisée chez Cartier - c’est même le seul exemple connu - et constitue certainement l’élément le plus étonnant dans la composition de cette pendule fabrication de ces merveilles nécessitait l’intervention d’au moins six spécialistes des ateliers parisiens de Cartier orfèvre, émailleur, lapidaire, sertisseur, graveur et polisseur pendant un an. Environ 90 pendules mystérieuses furent fabriquées jusque dans les années 30. La production repartit discrètement après-guerre, puis de nouveau dans les années la première fois mise aux enchères, cette pièce exceptionnelle datant des années 30, qui n’avait pas fait d’apparition sur le marché depuis sa réalisation par Cartier Paris, provient de la collection particulière du légendaire commissaire-priseur et écrivain Maurice Rheims 1910-2003. Ce qui ne fait qu’ajouter à son intérêt et explique son estimation entre 400 000 et 600 000 €. Une somme, certes, mais avouez qu’elle ne manquerait pas de provoquer l’admiration de vos proches et la jalousie de vos voisins une fois posée sur votre bureau !Avant de vous laisser porter vos enchères, nous ne pouvons vous quitter sans la traditionnelle minute SoBARNESpedia vous vous demandez ce que Jean-Eugène Robert-Houdin vient faire dans cette histoire ? Né à Blois en 1805, celui-ci que l’on considère comme l’inventeur de l’illusionnisme moderne fit ses premières armes dans les ateliers horlogers de son père et de son beau-père. Il s’est fait connaître en 1839 lors de l’Exposition des produits de l’industrie française en y présentant une horloge mystérieuse » dont le principe, une fois retravaillé, allait engendrer un siècle plus tard celles de Cartier.[email protected]-Infos Piasa, 118, rue du Faubourg-Saint-Honoré, 75008 Paris – France / this page in English
pendeta yang punya karunia penglihatan